Tren Minuman Kekinian 2026 di Indonesia

25 Juni 2026

Tren Minuman Kekinian 2026 di Indonesia: Peluang Bisnis yang Manis

Dipublikasikan: 25 Juni 2026

Industri minuman kekinian di Indonesia tengah menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Mulai dari kopi susu gula aren yang tetap menjadi primadona, hingga minuman fermentasi yang mulai diminati kalangan urban, sektor ini terus berkembang. Sumber ANTARA mencatat inovasi kuliner Indonesia semakin cepat dan beragam, sementara SIAL Interfood 2025 menunjukkan ekosistem F&B masih aktif menghadirkan produk baru.

Kopi Susu Gula Aren: Primadona yang Tak Tergantikan

Varian kopi susu gula aren masih menjadi andalan utama hampir seluruh kafe di Indonesia, khususnya di kota-kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Malang. Perpaduan kopi berkualitas dengan harga terjangkau membuat menu ini disukai berbagai kalangan. Dalam liputan Kompas UMKM, Uncle Jo Coffee di Bogor bahkan menyebut kopi susu gula aren sebagai produk andalan yang menyumbang sekitar 60% dari penjualannya.

Minuman Fermentasi Mulai Dilirik Pasar

Kombucha, kefir, dan wedang uwuh versi modern semakin banyak dicari. Beberapa media memberitakan bahwa kafe-kafe di Jakarta dan Bandung mulai menjadikan menu fermentasi sebagai andalan baru. Konsumen semakin sadar akan pentingnya kesehatan pencernaan dan mencari alternatif selain minuman manis biasa.

Bubble Tea Premium Karya Lokal

Bubble tea di tahun 2026 tidak lagi sekadar minuman murah pinggir jalan. Merek lokal naik kelas dengan konsep premium yang tetap terjangkau, menggunakan bahan baku berkualitas dengan topping variatif dan kemasan modern. Untuk bubble tea dan minuman berbasis topping, gunakan pendekatan yang lebih hati-hati: uji rasa, pantau margin bahan, dan lihat apakah pelanggan muda di sekitar lokasi benar-benar merespons sebelum menambah varian.

Minuman Fungsional Semakin Diminati

Kolagen drink, minuman prebiotik, infused water, dan minuman herbal siap saji semakin diminati pekerja kantoran. Segmen ini tumbuh paling pesat dibandingkan kategori lainnya, didorong oleh tren gaya hidup sehat yang terus berkembang. Konsumen bersedia membayar lebih untuk minuman yang memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.

Minuman Tradisional dalam Kemasan Modern

Wedang jahe, kunyit asam, dan beras kencur tidak lagi hanya dijual di pasar tradisional. Kini mereka hadir dalam kemasan botol kaca dengan label estetik dan siap diminum kapan saja. Beberapa merek berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan pada musim hujan dengan mengandalkan minuman tradisional modern ini.

Modal dan Tantangan

Kisaran modal sangat bergantung pada format usaha, lokasi, alat, dan target kapasitas. Sebagai pembanding konkret, liputan Kompas UMKM tentang Uncle Jo Coffee menyebut usaha tersebut memulai dengan anggaran sekitar Rp120 juta. Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi rasa, manajemen stok bahan baku, dan strategi pemasaran digital. Namun dengan pertumbuhan pasar yang positif, peluang di sektor ini masih sangat terbuka lebar.

Kelola Bisnis Minuman dengan Tatta Business

Sebagai pebisnis minuman, Anda tentu ingin semuanya berjalan rapi. Tatta Business hadir dengan fitur Recipe Management untuk mencatat resep dan menghitung HPP secara otomatis. Pantau stok bahan dan margin tiap menu secara real-time. Coba gratis →

Rujukan lokal dan resmi

Sumber rujukan

  1. SIAL Interfood 2025 hadirkan inovasi dan peluang bisnisANTARA News Megapolitan
  2. Inovasi kuliner Indonesia semakin cepat dan beragamANTARA News
  3. Gula aren dan kebangkitan ekonomi desa berbasis agroforestriKompas.com
  4. Kopi susu gula aren jadi produk andalan usaha kopi lokalKompas.com UMKM