
25 Juni 2026
Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk UMKM
Laporan keuangan adalah alat penting untuk mengetahui kesehatan bisnis Anda. Banyak UMKM gagal karena tidak memiliki pembukuan yang rapi sehingga tidak dapat mendeteksi masalah sejak dini. Berikut adalah tiga laporan keuangan dasar yang umum dipakai untuk membaca kondisi usaha.
Laporan Laba Rugi menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi dalam periode tertentu. Rumusnya sederhana: Pendapatan dikurangi Biaya sama dengan Laba atau Rugi. Laporan ini sebaiknya dibuat secara rutin agar Anda dapat memantau tren profitabilitas bisnis.
Neraca adalah laporan posisi keuangan yang menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas pada waktu tertentu. Neraca membantu Anda melihat apakah bisnis memiliki cukup aset untuk menutupi kewajiban yang dimiliki.
Laporan Arus Kas mencatat semua pemasukan dan pengeluaran kas secara detail. Bisnis bisa untung di atas kertas tetapi bangkrut karena uang tunai tidak cukup. Oleh karena itu, memantau arus kas secara rutin sangatlah penting.
Tips pembukuan untuk pemula: pisahkan rekening bank pribadi dan bisnis, catat transaksi setiap hari, simpan semua bukti transaksi, dan gunakan aplikasi pencatatan keuangan untuk mengurangi kesalahan.
Laporan Keuangan Otomatis
Tidak perlu repot dengan Excel. Sistem kasir dan pembukuan yang rapi membantu menyusun laporan penjualan, biaya, dan arus kas dari transaksi harian. Coba gratis →
Rujukan lokal dan resmi
Sumber rujukan
- Pelatihan perhitungan HPP dan laporan laba rugi UMKMUniversitas Kuningan
- Pelatihan menghitung HPP bagi UMKMUniversitas Respati Indonesia
- WP OP UMKM: fasilitas PPh final dan ketentuan umumDirektorat Jenderal Pajak
- PP No. 55 Tahun 2022 tentang penyesuaian pengaturan PPhJDIH BPK RI